Senin, 10 Maret 2014

Kembalikan Indonesia Ke-Indonesia

Kembalikan Indonesia Ke-Indonesia

Hai kali ini saya ingin menulis mengenai tulisan yang bertemakan Kembalikan Indonesia ke – Indonesia dan izinkan lah saya untuk membahas ini karena bertepatan dengan tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
Oke saya ingin membahas mengenai suatu daerah di Indonesia , yang sangat membuat hati dan pikiran saya sangat terketuk . Karena begitu mirisnya keadaan disana. Bukan, bukan karena daerah ini tertinggal. Justru daerah ini merupakan suatu daerah dengan pendapatan yang lumayan besar dan bisa dibilang masyarakatnya maju karena merupakan salah satu tempat rekreasi yang sudah mendunia. Siapa yang tidak kenal daerah ini… Yapp benar sekali , daerah itu adalah BALI.

Bali merupakan salah satu tempat wisata di Indonesia yang jadi tempat favorit para wisatawan di penjuru dunia saat berkunjung ke Indonesia. Bagaimana tidak , pantainya yang sangat indah , dikelilingi oleh bebatuan yang asri dan karang-karang cantik yang dimana kita bisa menyelam sambil melihat ikan-ikan yang cantik dan wisata air nya seperti banana boat, diving , seluncur air membuat bali menjadi primadona di Negara nya sendiri.

Namun, dibalik keindahan panorama pantainya terselip suatu kemirisan dimana saat berada melihat liputan di televisi atau membaca berita di Koran mengenai pulau bali saya merasakan tidak ada lagi cita rasa bangsa ini disana. Saya memang belum pernah ke Bali, tetapi saya rasa dengan saya mencari tahu dan melihat tayangan di televisi itu sudah cukup menggambarkan bagaimana keadaan Indonesia di Bali. Dimana sebagian besar masyarakatnya kini sudah tidak lagi menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, melainkan menggunakan bahasa Inggris yang digunakan untuk keseharian bercengkrama dengan wisatawan asing. Saya mengerti fenomena ini terjadi semata-mata karena kemajuan teknologi dan modernitas yang terjadi disana. Seperti pendapat dari  Budayawan nasional Irman Syah yang saya kutip dari Republika.co.id , ia mengatakan bahwa "Di saat zaman modernisasi sekarang ini kita sendiri yang menganggap budaya kolot, sehingga kita sendiri yang telah membunuh budaya sendiri," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan budaya asli Indonesia mulai bergeser ketika masyarakat mulai menganggap modernitas sebagai suatu budaya yang sempurna. "Ketika modern telah mengglobalisasi membuat tradisi menjadi malu menunjukkan dirinya sehingga kebudayaan menjadi menghilang dan ketika kita mulai menggali kebudayaan ketika itu kita temui kebudayaan telah dibunuh oleh modernisasi," katanya. Senin, 01 Juli 2013 www.republika.co.id

Memang ada benarnya , disaat kita mengikuti perkembangan jaman yang semakin hari semakin maju dan semakin berkembang. Tetapi apabila suatu keadaan ini tidak di tata dengan baik artinya tidak mempertahankan unsure kebudayaan negaranya sendiri maka akan berakibat dimana unsur bangsa itu sendiri yang akan pecah dan terbalap oleh kemodernisasian bangsa lain. Ini seharusnya bisa dijadikan sebagai suatu cambukan untuk sebagian besar warga Negara Indonesia , terutama didaerah-daerah yang memang menjadi pusat perhatian dunia seperti Bali.
Kemirisan yang terjadi di Bali adalah arsitektur rumah bali yang perlahan menghilang masyarakat kebanyakan tidak mengerti tentang apa yang dimaksud dengan arsitektur Bali, apakah menyangkut bentuk atap, bentuk bangunan, hiasan ornamen atau bahan bangunan yang dipergunakan. Seandainya orang Bali sudah tidak berminat lagi untuk mempergunakan arsitektur Bali, maka Bali akan menjadi asing di tanahnya sendiri. Karena perkembangan jaman dan perkembangan manusia, bangunan bertingkat tinggi akan segera merambah Bali. Kalau bangunan tingkat tinggi sudah merupakan suatu keharusan, karena menyelamatkan lahan dan menyikapi harga tanah yang mahal, maka Bali tidak ada bedanya dengan kota besar lainnya dan akan berubah menjadi kota metropolitan. Memang akan sangat disayangkan, namun itulah kenyataannya. Arsitektur Bali yang tersisa mungkin hanya terdapat pada bangunan Pura yang tetap bertahan selaras dengan perkembangan agama Hindu di Bali.
Banyaknya cafe-café dan club-club malam yang semakin banyak membuat bali menjadi pulau yang disinggahi oleh wisatawan karena memukau dengan kehidupan malamnya. Disana tidak lagi kita jumpai musik-musik tradisional bali melainkan yang terdengar adalah music-musik barat yang disenangi oleh para wisatawan asing. Ya, bali memang sangat memanjakan para pendatang yang ingin berlibur disana terutama warga asing, dari mulai bahasa , kehidupannya , kebudayaan yang semakin lama semakin berkurang rasa kebangsaan nya. 


Tetapi masih ada beberapa orang-orang yang peduli akan Indonesia di bali Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga agar negeri ini tidak semakin terjajah oleh kehadiran bangsa lain, karena secara tidak langsung efek modernisasi ini akan semakin membuat bangsa ini tertinggal di Negara nya sendiri apabila tidak diatur sedemikian rupa dan dikelola oleh kita sendiri untuk membuat Indonesia menjadi raja di Negara nya sendiri.

Sekian dan terimakasih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar